DEMOKRASI YANG TERJUAL

17 Oktober 2009 at 5:53 pm Tinggalkan komentar

CELATU TENTANG DEMOKRASI DALAM PEMILU LIMA TAHUN SEKALI NAN SEMAKIN PILU.

Pilu karena sebagian sudah mulai suntuk dan bosan sehingga cenderung ogah,emoh, wegah, tidakmau, ya bahasa kerennya GOLPUT ( kelompok yang sudah mulai tidak percaya dengan mekanisme Demokrasi ) ternyata Demokrasi yang ada juga semakin sarat dengan hitungan berapa rupiah yang harus dikeluarkan dan bagaimana rupiah tersebut harus dikembalikan, hitung-hitungan untung dan rugi serta posisi legislatif yang sudah bergeser menjadi bagian dari Pekerjaan di Masyarakat.

Hiruk pikuk dan Pesta pora Ritual Demokrasi yang terselenggara setiap 5 tahun sekali, Ada rasa senang dan bangga karena kita mengadakan proses Pemilu terbesar di Dunia setelah Amerika namun ada rasa sedih pula mengingat banyak dari Partai Politik yang ada , belum pernah memberikan pembelajaran yang baik dan benar dalam berkampanye sehingga Taman – taman Kota dan Acesoris Keindahan Kota banyak yang berubah jadi tempat menempel Atribut Partai peserta Pemilu yang dipasang tanpa memandang sisi keindahan dan estetika, dengan ukuran yang semaunya dan dipasang seenaknya maka lengkap sudah pemandangan Kekumuhan Kota Asia ( APAKAH KITA HARUS BANGGA ).ini dari sisi meletakkan Atribut Partai yang kadang mengalahkan keberadaan Bendera Nasional kita ( MERAH PUTIH ) maklum tertutup banyak atribut Partai bung.

Dari sisi kesempatan kampanye yang panjang mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi sektor UKM percetakan, produsen kaos dan bendera dan lain lain yang intinya mampu memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha dibidang penyedia Atribut Partai, sayangnya waktu kampanye yang panjang tidak dimanfaatkan oleh Kader Partai untuk memberikan pembelajaran bagaimana sebaiknya kita berpolitik akan tetapi yang ada hanya untuk mengobral janji dengan kata kunci KALAU, disisi lain kader Partai yang saat ini masih duduk dan siap maju , memanfaatkan keberadaannya dengan mengobral pos-pos Anggaran yang dikuasai untuk memanjakan audiens nya tanpa reserve apakah bentuk bantuan yang diberikan memberikan manfaat ataukah hanya sekedar agar pemilih mau memilih dan mendukung calon yang mengobral Anggaran, kasihankan Uang rakyat dihamburkan oleh wakil rakyat yang katanya untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat. Ini cerita yang ada di masyarakat dan yang ngomong juga masih menjadi bagian dari rakyat.

Tugas berat bagi panitia Pemilu dan Panwaslu serta aparat Kepolisian karena telah santer dan bukan rahasia lagi bahwa pada pesta demokrasi tahun ini beredar isue tentang bagi -bagi uang saku bagi pemilih dan modusnya pun telah disekenariokan hampir sama dengan tim Pemenangan PILKADES, kalau Kepala Desa punya bengkok dan kadang hitung-hitungan ekonominya masih masuk di akal dan dinalar secara sehat, lha kalau maju Caleg anggota Legislatif dengan modal Dana yang besar untuk men ongkosi para pemilih , kira-kira setelah terpilih  wakil rakyat nya akan membuat program kerja apa ya ?? biar modalnya cepat kembali.

Dicari tokoh dan Kader Partai yang SIAP MISKIN dan MENDERITA ( mana ada yang mau) .

Lain cerita dengan yang berambisi ingin jadi anggota Legislatif ( DPRD Kab/Kota ; DRPD Propinsi ; DPR RI ) banyak langkah dan janji bahkan ada yang sudah meng-anggarkan Dana untuk (katanya ) serangan Fajar , ada dana untuk pemenangan bahkan ada Dana yang sengaja di alokasikan untuk membayar pemilih kalau memang memilih dirinya, wah hebat  ini , ternyata  DEMOKRASI KU di Negeri KU yang masih mengakui UUD ’45 dan  mempunyai Panca Sila sebagai Falsafah dasar berbangsa ,dengan Penduduk di Dominasi oleh Masyarakat yang punya 5 dasar Syariat beragama, ternyata pesta Demokrasi disiapkan dan diukur dengan berapa rupiah yang akan diterima oleh masyarakat pemegang Hak Pilih, Bahkan ada calon Legislatif ( DPR RI ) yang mengerahkan tim Survey yang disebar untuk mendata apakah kira-kira Namanya dikenal oleh masyarakat calon Pemilih di DAPIL nya. Kemudian menyiapkan sejumlah tim pemenangan yang nantinya akan disebar disekitar TPS (tentunya pada jarak aman ) dengan satu pesan agar memilih no urut tertentu dari partai tertentu dan memberikan uang saku dalam jumlah tertentu , nah kondisi ini kira-kira PANWASLU apa mampu mengawasinya , Akhirnya Wallahu alam.

Dari sisi proses telah bergulir (unen – unen nek ora ono duite ora dipilih)(ungkapan kalau tidak ada uang sakunya tidak dipilih) , wah ini baru seru dan heboh , bisa dibanyangkan berapa Dana yang harus tersedia dan akan lebih heboh kalau dengan penuh kesadaran menerima Uangnya tapi tidak usah Dipilih Orangnya, ya kita pilih dari kalangan kita sendiri yang terpanggil untuk mengabdikan diri dalam menata dan memperbaiki Negeri ini dan yang kita yakini akan mewakili kita di ruang terhormat Gedung DPR.

Ayo kita pikir bareng-bareng bahwa Jabatan Legislatif bukan Jabatan Kepala Desa, jadi tidak ada tanah Bengkok/ tanah Sanggem/ ataupun apa saja yang merupakan Hak dari sang Wakil Rakyat yang ada adalah : Gaji atau Uang Kehormatan  yang kadang pengesahan peng anggaran nya melewati kemampuan anggaran daerahnya sendiri (masih ingat dengan berita Anggaran belanja suatu DPRD jauh lebih besar dari PAD nya).

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Mengenal Live wire dari Shell Pameran Klaster Internasional di Graha Solo Raya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Mas Subejo menulis….

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS IPB Bogor

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Desa Mandiri Mlatiharjo

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (17)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (16)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (15)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (14)

Lebih Banyak Foto

Feeds


%d blogger menyukai ini: