Peluang Investasi di Kabupaten Demak

10 Mei 2008 at 8:40 am Tinggalkan komentar

Latar Belakang

Di Indonesia, fakta yang ada membuktikan bahwa sejak krisis ekonomi 1998 salah satu kekuatan kegiatan ekonomi masyarakat ada pada kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM), Koperasi masyarakat (KSU/KSP dan Koperasi lainnya) dan usaha pertanian. Oleh karena itu pengembangan terhadap UKM, koperasi dan usaha tani berarti penguatan kegiatan ekonomi masyarakat dan memberikan kesempatan peluang lapangan kerja yang besar. Dalam masa krisis, UKM, koperasi dan usaha tani terbukti tegar menghadapi keadaan yang sulit. UKM, koperasi dan usaha tani tidak banyak yang tumbang seperti yang dialami oleh pengusaha besar. Sehingga UKM, koperasi dan usaha tani masyarakat berperan besar dalam menopang perekonomian sebagian besar rakyat Indonesia, lebih-lebih UKM, koperasi dan usaha tani yang berorientasi pada peningkatan daya saing lokal dan pengembangan peningkatan daya beli masyarakat yang berusaha mengoptimalkan potensi lokal. UKM, koperasi dan usaha tani semacam ini punya daya tahan yang kuat menghadapi gejolak nilai rupiah, karena menurunnya nilai rupiah terhadap mata uang lain, tidak banyak mempengaruhi biaya produksi, malah meningkatkan daya saing dalam pasar global. Oleh karena itu, terutama UKM, koperasi dan usaha tani yang berorientasi pada peningkatan optimalisasi pendapatan masyarakat yang berbasis pada daya dukung lokal ini patut memperoleh perhatian besar.

Klaster Hortikultura

Salah satu UKM / Kelompok Usaha Tani di Kabupaten Demak adalah Petani Jambu Air Varitas Merah Delima dan Citra, kelompok ini tersebar dalam beberapa desa di desa SidoMulyo, Tempuran, Mranak, Cabean, Wonosari, Botorejo di 3 Kecamatan se wilayah Kabupaten Demak, yang terwadahi dalam Forum Rembug Klaster Hortikultura. Kelembagaan Klaster Hortikultura, terbentuk pada hari Selasa, 8 Februari 2005 dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Susunan Pengurus

  1. Ketua : Sukarno
  2. Wakil Ketua : Ir. Hery Sugiarto
  3. Sekretaris : Dwiyanto
  4. Bendahara : Nasirin
  5. Sie Permodalan : Sunaryo
  6. Sie Pemasaran : Eko
  7. Sie SDM & Litbang : Sutrisno, S.Pd
  8. Sie Pengembangan HAKI : Barnawi

STAKEHOLDERS PEMBINA:

  1. Koordinator : BAPPEDA Kab. Demak
  2. Sekretaris : Bag. Perekonomian BAPPEDA Kab. Demak
  3. Anggota : Dinas Pertanian Kab. Demak
  4. Dinas Perindag Kab. Demak
  5. Kantor Koperasi & UKM Kab. Demak

BDS-P PENDAMPING:

BDS-P Demak Lantern Indonesia

SEKRETARIAT :

Forum Rembug Klaster Hortikultura Kab. Demak

Jl. Kaliblorok Desa Sidomulyo RT 04/ II Kec. Wonosalam

Kab. Demak.

Rapat pertemuan Forum Rembug Klaster Hortikultura semula diadakan setiap Sabtu Kliwon , namun kemudian agenda rapat pertemuan diganti setiap hari Kamis Legi (setiap 35 hari sekali). dan tempatnya bergilir (anjangsana).

Beberapa UKM yang tergabung dalam KUB pada satu wilayah desa ada yang mengadakan pertemuan rembug sendiri pada setiap hari Senin Pahing ( KUB Lele dan Jambu Air desa Wonosari – Bonang ).

Populasi Tanaman Jambu Air Merah Delima di Kabupaten Demak, terdapat ± 70.960 pohon dengan perkiraan perincian di Kecamatan Demak sebanyak ± 33.550 pohon, Kecamatan Wonosalam ± 17.000 pohon, Kecamatan Bonang ± 7.650 pohon, dan Kecamatan Wedung ± 6.230 pohon. Sedangkan untuk kecamatan lainnya merata, berkisar antara 300 s/d 600 pohon.

Jumlah UKM pelaku pada budidaya Jambu Air sebanyak 5.483 KK yang mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk 4.200 KK sebagai tenaga buruh tani maupun tenaga buruh membungkus buah Jambu serta tenaga panen.

Kegiatan usaha tani Jambu air secara umum mampu memberikan sumbangan tambahan penghasilan untuk masyarakat Kabupaten Demak, sebesar Rp 11 Milyard pada setiap musim panen jambu air, karena dari setiap pohon jambu menyumbang sebesar Rp 300.000 – 450.000 per panen atau seharga Rp 225 – 400,- per buah jambu.

Kondisi yang jadi permasalahan pada kalster ini adalah:

  1. Kemampuan managemen produksi dan budidaya yang tidak konsisten,
  2. Kemampuan managemen keuangan yang terbatas dan tidak tertib sehingga hasil yang besar tidak nampak secara sosial hingga mengalami kesulitan pembiayaan pada saat masa pemeliharaan lahan dengan pemupukan.
  3. Mahalnya modal dasar yang berupa pupuk kandang, yang disebabkan karena kurangnya hewan ternak sebagai sumber pupuk kandang.
  4. Klaster belum mempunyai modal kerja sehingga dari hasil penetrasi pasar dengan mengikuti Pasar Lelang Suropadan, belum dapat direalisasikan sedangkan kesepakatan harga yang diperoleh cukup tinggi yakni untuk Varitas Merah Delima seharga 9.500/kg sedangkan untuk varitas Citra seharga 12.500/kg.
  5. Perlunya didorong pada tatanan kegiatan usaha bersama baik sebagai Koperasi Kelompok Usaha Bersama / KSU Agribisnis ataupun yang lain sehingga memberikan effisiensi kolektif yang dapat menjadi pendorong daya saing lokal.

Dengan melihat berbagai hambatan dan kesulitan serta mengingat potensi dan peranan UKM/ Sentra/ Klaster, yang pada kenyataannya memiliki daya tahan dan daya saing yang cukup kuat, maka perlu diambil suatu langkah –langkah kebijakan yang diharapkan akan semakin memperkokoh daya saing lokal yang sudah ada.

Tumbuhnya UKM- UKM serta sentra –sentra maupun Klaster yang kuat dan berbasis pada ekonomi kerakyatan yang kokoh akan memberikan sumbangan peningkatan pendapatan keluarga yang tentunya akan memberikan kemampuan daya beli masyarakat , dengan tumbuhnya daya beli masyarakat di pedesaan maka akan mendorong sektor riil ekonomi dan akan memunculkan pusat –pusat keramaian dan perniagaan di daerah sehingga tidak menjadi beban bagi kota, dan dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah akan meningkat.

Dengan melihat kondisi dari kesulitan tersebut kami Klaster Hortikultura berharap dapat dibantu oleh segenap stakeholder untuk meringankan beban permasalahan sentra/ klaster dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan pembangunan kapasitas stakeholders (capacity building) yang mempercepat pengembangan klaster serta meningkatkan kinerja dan daya saing usaha sehingga lebih mampu berperan dalam memperkokoh struktur perekonomian nasional.

Karenanya kami berharap kerjasama semua stakeholder untuk melakukan penguatan-penguatan yaitu :

  1. Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam menguasai teknik produksi dan pengembangan produk, kemampuan perencanaan sistem produksi (production planning system), pemasaran meliputi perancangan dan pemanfaatan media pemasaran serta analisa dan perencanaan pasar
  2. Bantuan permodalan kredit lunak untuk penguatan permodalan kelompok tani & Klaster Hortikultura
  3. Pelatihan penguatan organisasi klaster , koperasi dan usaha tani

Kegiatan yang sudah dilakukan, sejak Tahun 2005 hingga Desember 2007 :

  1. Pertemuan rutin selapanan Kamis Legi
  2. Memberikan usulan pembangunan pertanian hortikultura secara rutin dalam Forum Musrenbang Propinsi Jateng melalui pendampingan BDSP Demak Lantern Indonesia
  3. Mengikuti kegiatan Workshop Nasional I Pengembangan Klaster dan Pameran Program 23 Klaster di Jawa Tengah pada tanggal 27-28 Maret 2006 di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Jawa Tengah
  4. Mengikuti kegiatan Pameran Soropadan Agro Expo 2006
  5. Mengikuti Pelatihan Budidaya Jambu Air Merah Delima 20 -21 September 2006
  6. Melaksanakan kegiatan Penilaian Partisipatif Keunggulan Kompetitif Pengembangan Ekonomi Lokal (PACA) Dalam Rangka Penyusunan Program Kerja Ta 2008 Klaster Pertanian Hortikultura Kabupaten Demak pada tanggal 10 Januari 2007
  7. Mengikuti Workshop Nasional II Pengembangan Klaster dan Pameran Program 27 Klaster di Jawa Tengah pada tanggal 21 – 22 April 2007 di Gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, Jawa Tengah. Berprestasi sebagai Juara Ke Tiga Stan Display Terbaik Pameran Klaster
  8. Mengikuti kegiatan Pameran Soropadan Agro Expo 2007
  9. Mengikuti Pameran & Promosi Hortikultura pada tanggal 22 – 25 November 2007 di Lapangan Wisma Alderon Jakarta.
  10. Mengikuti Pasar Lelang Soropadan secara rutin, dan sudah melakukan 3 kali kontrak dagang dengan buyer dari Surabaya. Kontrak terbaru tertanggal 7 November 2007 dengan Bp. Januari Abdi (Surabaya) sebesar 20 ton Jambu air Merah Delima & Jambu Air Citra dengan nilai kontrak Rp. 190 juta.
  11. Mengembangkan berbagai bentuk pemasaran alternatif seperti : pengembangan desa agrowisata, menjalin kerjasama dengan CV.Satya Pelita Demak dan Majalah Pertanian Trubus serta biro perjalanan wisata, sudah 3 kali kunjungan peserta wisata Agro dari Trubus, Bappeda Pemkot Semarang, Bappeda Kab. Grobogan. Kunjungan dari Kab. Bantaeng Sulawesi dll.

Entry filed under: Berita. Tags: .

Kendala Pengembangan Klaster Ide Pengembangan Agrowisata Demak berbasis Landscape Canal

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Mas Subejo menulis….

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS IPB Bogor

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Desa Mandiri Mlatiharjo

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (17)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (16)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (15)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (14)

Lebih Banyak Foto

Feeds


%d blogger menyukai ini: