Ide Pengembangan Agrowisata Demak berbasis Landscape Canal

10 Mei 2008 at 4:16 pm Tinggalkan komentar

Lembar Usulan Penelitian pengembangan wilayah melalui peberdayaan dan partisipatif masyarakat di wilayah Kecamatan Demak Kota kabupaten Demak

Ide Pengembangan Agrowisata Kecamatan Demak Kota berbasis Landscape Canal

Oleh :

BDSP Demak Lantern Indonesia

Sebagai bahan kajian oleh :

Balai Penelitian dan Pengembangan Propinsi Jawa Tengah

Bappeda Kabupaten Demak.

1. Analisa Situasi.

Sejak Zaman pemerintah Hindia Belanda atau bahkan sejak Zaman Sultan Patah memerintah kerajaan Demak Bintoro, kondisi tata letak alur sungai/canal yang ada di wilayah kabupaten Demak dapat dilayari dan dimanfaatkan sebagai sarana lalulintas air. Perkembangan zaman dan berkembangnya pembangunan yang terjadi selama ini telah mematikan fungsi dan peran sungai/ Canal sebagai sarana dan prasarana tranportasi air. Mengembalikan fungsi dan peran sebagaimana termaksud pada ilustrasi awal adalah merupakan sesuatu yang terasa sangat sulit,namun apabila peran dan pertisipasi masyarakat sekitar wilayah tersebut dapat ditumbuhkan maka tidak tertutup kemungkinan kawasan yang memiliki Canal yang saling berhubungan dapat dikembangkan menjadi suatu Kawasan Agrowisata terpadu mengingat didaerah sekitar Canal-canal tersebut telah berkembang sentra-sentra tanaman Horti ( Jambu Air Merah Delima, Belimbing Betokan, Jambu Air Citra, Jambu Air Hijau, Perikanan Lele dan Peternakan ,dll).

Kawasan kecamatan Demak kota terintregasi dengan kawasan Wisata Rohani Masjid Aguing dan Makam Kadilangu. Sehingga tidak tertutup kemungkinan memberdayakan masyarakat diwilayah sekitar canal di kecamatan Demak dan Bonang , untuk menjaga kebersihan canal dan merubah kegunaan dan fungsi Canal tidak sekedar sebagai bagian MCK terpanjang di Demak akan tetapi menata kawasan Canal agar mempunyai fungsi dan peran sebagai suatu obyek yang mempunyai nilai jual, mengingat kawasan canal tersebut juga merupakan terusan yang berhubungan dengan kawasan Moro Demak ataupun Wedung. Mengingat keunggulan dan potensi tersebut tidak tertutup kemungkinan menjadikan Demak sebagai MINIATUR VENESIA.

Perlu digali kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi ataupun lembaga penelitian yang ada, sehingga dapat terbentuk suatu rancangan pengembangan wilayah yang mampu menumbuh kembangkan ekonomi lokal dengan munculnya kawasan wisata air dan pemancingan, rumah makan dengan ikan segar, budidaya Hortikultura dengan aneka jenis tanaman sebagai bagian dari objek wisata dengan minat khusus mulai dari pembibitan, penanaman, pengolahan hasil dan penerapan tehnologi pasca panen pada pembuatan sirup Jambu,dll.

2. Permasalahan.

Berdasarkan uraian diatas beberapa permasalahan timbul.

Perilaku dan Kemampuan Masyarakat.

Perilaku masyarakat secara umum belum mampu menjaga dan memanfaatkan canal yang ada sebagai suatau sumberdaya alam yang berdaya jual tinggi, kemanfaaatan canal yang ada baru sebatas sumber MCK sehingga dalam keseharian muncul seatu budaya hidup dengan dan dari sungai.

Kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sungai sebagai suatau sumber daya alam yang punya potensi dan nilai jual belum muncul mengingat terbatasnya kemampuan pemda untuk menunbuhkan sarana dan prasarana untuk masyarakat, keterbatasan sediaan air bersih untuk tiap rumah tangga merupakan bagian kendala yang cukup potensial untuk menghilangkan budaya memanfaatkan Sungai untuk MCK .

Keterbatasan anggaran dalam membangun infrastruktur dilingkungan Canal/sungai sehingga banyak diniding penahan sungai/tanggul yang longsor, pembangunan yang terkesan tanpa perencanaan yang matang sehingga banyak jembatan peghubung yang terkesan dibangun sekedar bisa menjadi penghubung dua wilayah, hal ini akan menjadui kendala biaya dalam mengembangkan wilayah tersebut menjadi objek wisata air yang dapat dilalui oleh perahu perahu wisata yang terkoneksi antar wilayah hingga ke wilayah perairan Moro atau Wedung.

2.2.Kemampuan budidaya hortikultura , jambu air merah delima, belimbing betokan, jambu air citra sebagai obyek agriowisata dengan minat khusus dapat disinergikan dengan wisata pemancingan diwilwyah perikanan lele,pertambakan bandeng dan udang. Lemahnya kemampuan masyrakat dalam menembus pasar secara lansung terkendala oleh ketidakmampuan masyarakat pelaku dalam menjaga kontinuitas suplai hasil buah yang ada dan adanya keengganan masyarakat pelaku untuk melakukan upaya-upaya perbaikan yang mengarah pada perbaikan kwalitas hasil buah yang ada.

TUJUAN Penelitian:

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan acuan dan kerangka analisis untuk mengembangkan kawasan Agrowisata yang berbasis pada lansdcape canal dan pengembangan wilayah ekonomi lokal dengan memberdayakan potensi masyarakat yang ada menjadi suatu objek kawasan yang berdaya jual.

Mafaat Penelitian:

Dapat diketahui peta potensi wilayah dan kemungkinan pengembangan dan menumbuh kembangkan wilayah kecamatan Demak Kota menjadi suatu kawasan Agrowisata yang terintregasi dengan wilayah kecamatan Bonang dan Wedung menjadi suatu objek wisata air yang mempunyai nilai jual sebagai pendukung kawasan wiasata yang ada dabn sudah dikenal yakni Masjid Agung dan Makam Kadilangu.

Manfaat bagi Pemda , meningkatkan kemampuan dalam merencanakan pembangunan kewilayahan di kabupaten Demak secara umum, menumbuhkembangkan buadaya perencanaan pembangunan yang partisipatif, berdasarkan presepsi dan keinginan masyarakat setyempat. Meningkatkan pendap[atan Asli Daerah dengan menunmbuh kembangkan kawasan Agrowisata terpadu.

3. Target Produk yang dihasilkan :

Peta potensi Hasil Pertanian Hortikultura , perikanan darat.

Peta potensi industry rumah tangga yang ada

Peta potensi Pariwisata,kegiatan,objek &kesiapan masyarakat.

Peta kebutuhan Pasar didalam dan diluar kawasan

Sebagai Dasar Usulan kepada sumber dana,negara donor.

4. Metode dan Rencana Kegiatan.

Strategi Pelaksanaan:

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan Masyarakat yang ada dengan pendekatan partisipatif, meliputi stakeholder ayng ada pada wilayah yang menjadi objek kajian. Sinergi dalam pelaksanaan antara aparat pemda kab & Prop .Jateng dan anggota masyarakat tokoh publik serta perangkat desa setempat..

Pelaksanaan kegiatan terbagi dalambeberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan survey, kompilasi dan dokumentasi data, analisis profil daerah, pemetaan wilayah, perumusan program , penyajian hasil penelitian, penyusunan pilot proyek pengembangan wilayah agrowisata.

Entry filed under: Berita. Tags: .

Peluang Investasi di Kabupaten Demak Biogas Kotoran Sapi Jadi Energi Alternatif, Dua Tahun Tak Beli Minyak Tanah “

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Mas Subejo menulis….

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS IPB Bogor

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Desa Mandiri Mlatiharjo

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (17)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (16)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (15)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (14)

Lebih Banyak Foto

Feeds


%d blogger menyukai ini: