Posts filed under 'Uncategorized'

Pameran Klaster Internasional di Graha Solo Raya

Komitment Stakeholder Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan Ekonomi Jawa Tengah lewat pengembangan Klaster Usaha UMKM ternyata dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun ternyata semakin meyakinkan teman-teman pendamping klaster ( BDS/LPU = Business Development Services / Lembaga Pengembangan Usaha ), terbukti dalam waktu dekat akan diadakan Pameran Klaster Internasional dan Workshop International Cluster on Development yang mengundang banyak Pakar dan pembicara dengan pengalaman internasional.

Ada pembicara dari Vietnam yang punya tool analisa pengembangan ekonomi lokal dengan analisa keunggulan daya saing dan mengadopsi teory bapak klaster Dunia Michael Porter – beliau adalah Mr, Christian Schoen , bagi beberapa teman BDS dari Jawa Tengah( Boyolali- Solo – Klaten – Semarang) , NTB ( Bima – Dompu) , NAD ( Aceh Besar – NIas ), NTT ( Waingapu timur . Waingapu Barat ) tentunya sebagian sudah kenal dengan beliau dan akrab dengan metode Analisa keunggulan daya saing daerah , dengan Metode Paca dimana analisa pendekatan yang digunakan mulai dari workshop Partisipatip dengan Matriks Interaksi ; Analisa Diamond Porter ; Analisa 5 kekuatan ( Five Forces Analysis ) yang terakhir beliau bawa ke Jawa Tengah adalah Metode Compass competitiveness ( yang berbasis pada metode analisa Balance Score Card ) , dan ternyata Metode ini sangat Simple dan lebih cepat dan lebih murah dibanding metode yang sebelumnya , metode ini juga mampu mengawal proses Monitoring dan Evaluasi dari suatu program kerja .

Kembali ke Pameran Klaster Internasional di Solo , ada ketentuan bahwa klaster peserta dan BDS pendamping tidak difasilitasi oleh Panitya ( Pemprop Jateng – FPESD ) , baik tranportasi maupun akomodasi ( hotel & konsumsi ), sebagai lembaga usaha tentunya tidak ada permaslahan sepanjang pameran untuk kemajuan usaha nya namun sebagai pendorong pengembangan ekonomi lokal di daerah nya tentunya hali ini menjadi tanggung jawab dari Pemkab/pemkot nya , hal ini mengingat FEDEP sebagai pengampu pengembangan ekonomi lokal melalui klasternya telah mendapat Dana stimulan dari Pemerintah Propinsi dan diharapkan juga menyediakan dana pendamping dalam APBD nya, namun tidak jarang Fedep yang tidak tahu ada dimana dan bagaimana Dana Fedepnya digunakan , yang diketahui hanya Dana Anggaran yang disediakan melalui FEDEP sudah tidak cukup untuk membiayai kegiatan yang ada termasuk untuk mengikuti dan memfasilitasi kegiatan Pameran dan Workshop klaster di Solo yang akan diadakan  pada tanggal 26,27,28 Oktober 2009. Benar yang dikatakan oleh Rob van Raaij dalam buku nya Cluster Development – FPESD , A guide to set up a Local Economic Development program dimana dalam penjelasannya pada Chapter VI Funding , paragraf II – There are some requirements in the budget implementation : 1 . Transparency , ; 2. Standard bookkeeping and accounting system, ; 3. Periodical audit . mengacu pada guidens tersebut tentunya muncul pertanyaan apakah klaster dan Fedep yang telah berkebang di Daerah ( pemkab/pemkot ) mampu menjadi yang pertama menerapkan prinsip Transparansi, Pebukuan yang benar dan teraudit dengan betul dan terkontrol secara teratur, dengan keadaan tersebut yang mungkin mampu memberikan alasan pada pertanyaan teman – teman klaster bahwa anggaran tidak mencukupi dan tidak usah menjadikan hal ini sebagai suatu kebingungan, karena Niat baik untuk memperjuangkan Pengembangan Ekonomi Lokal kita tentunya akan mendapat kemudahan dari yang mamberi hidup dan kita tetap Yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur dan senantiasa memperingatkan bangsa ini.

Apapun yang terjadi semoga teman-teman klaster dapat hadir dan tampil di ajang Pamer pada Pameran Klaster Internasional dan work shop International Cluster on Development , dan untuk teman- teman BDS / Lembaga Pengembangan Usaha tunjukkan bahwa anda adalah sebagai bagian dari sekian banyak manusia suoer di negeri ini ( dan anda sudah buktikan dari sekian tahun mendampingi klaster di kab/kota anda tapi belum pernah anda mendapat jasa dari kegiatan anda , namun anda masih mampu bertahan dan bisa bersurvival itu menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah Tidur ), Semoga sukses dengan Pameran Klaster Internasional dan Munas ABDSI III – Solo , serta sukse untuk Work shop Internatonal Cluster on Development.  

Add comment 17 Oktober 2009

DEMOKRASI YANG TERJUAL

CELATU TENTANG DEMOKRASI DALAM PEMILU LIMA TAHUN SEKALI NAN SEMAKIN PILU.

Pilu karena sebagian sudah mulai suntuk dan bosan sehingga cenderung ogah,emoh, wegah, tidakmau, ya bahasa kerennya GOLPUT ( kelompok yang sudah mulai tidak percaya dengan mekanisme Demokrasi ) ternyata Demokrasi yang ada juga semakin sarat dengan hitungan berapa rupiah yang harus dikeluarkan dan bagaimana rupiah tersebut harus dikembalikan, hitung-hitungan untung dan rugi serta posisi legislatif yang sudah bergeser menjadi bagian dari Pekerjaan di Masyarakat.

Hiruk pikuk dan Pesta pora Ritual Demokrasi yang terselenggara setiap 5 tahun sekali, Ada rasa senang dan bangga karena kita mengadakan proses Pemilu terbesar di Dunia setelah Amerika namun ada rasa sedih pula mengingat banyak dari Partai Politik yang ada , belum pernah memberikan pembelajaran yang baik dan benar dalam berkampanye sehingga Taman – taman Kota dan Acesoris Keindahan Kota banyak yang berubah jadi tempat menempel Atribut Partai peserta Pemilu yang dipasang tanpa memandang sisi keindahan dan estetika, dengan ukuran yang semaunya dan dipasang seenaknya maka lengkap sudah pemandangan Kekumuhan Kota Asia ( APAKAH KITA HARUS BANGGA ).ini dari sisi meletakkan Atribut Partai yang kadang mengalahkan keberadaan Bendera Nasional kita ( MERAH PUTIH ) maklum tertutup banyak atribut Partai bung.

Dari sisi kesempatan kampanye yang panjang mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi sektor UKM percetakan, produsen kaos dan bendera dan lain lain yang intinya mampu memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha dibidang penyedia Atribut Partai, sayangnya waktu kampanye yang panjang tidak dimanfaatkan oleh Kader Partai untuk memberikan pembelajaran bagaimana sebaiknya kita berpolitik akan tetapi yang ada hanya untuk mengobral janji dengan kata kunci KALAU, disisi lain kader Partai yang saat ini masih duduk dan siap maju , memanfaatkan keberadaannya dengan mengobral pos-pos Anggaran yang dikuasai untuk memanjakan audiens nya tanpa reserve apakah bentuk bantuan yang diberikan memberikan manfaat ataukah hanya sekedar agar pemilih mau memilih dan mendukung calon yang mengobral Anggaran, kasihankan Uang rakyat dihamburkan oleh wakil rakyat yang katanya untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat. Ini cerita yang ada di masyarakat dan yang ngomong juga masih menjadi bagian dari rakyat.

Tugas berat bagi panitia Pemilu dan Panwaslu serta aparat Kepolisian karena telah santer dan bukan rahasia lagi bahwa pada pesta demokrasi tahun ini beredar isue tentang bagi -bagi uang saku bagi pemilih dan modusnya pun telah disekenariokan hampir sama dengan tim Pemenangan PILKADES, kalau Kepala Desa punya bengkok dan kadang hitung-hitungan ekonominya masih masuk di akal dan dinalar secara sehat, lha kalau maju Caleg anggota Legislatif dengan modal Dana yang besar untuk men ongkosi para pemilih , kira-kira setelah terpilih  wakil rakyat nya akan membuat program kerja apa ya ?? biar modalnya cepat kembali.

Dicari tokoh dan Kader Partai yang SIAP MISKIN dan MENDERITA ( mana ada yang mau) .

Lain cerita dengan yang berambisi ingin jadi anggota Legislatif ( DPRD Kab/Kota ; DRPD Propinsi ; DPR RI ) banyak langkah dan janji bahkan ada yang sudah meng-anggarkan Dana untuk (katanya ) serangan Fajar , ada dana untuk pemenangan bahkan ada Dana yang sengaja di alokasikan untuk membayar pemilih kalau memang memilih dirinya, wah hebat  ini , ternyata  DEMOKRASI KU di Negeri KU yang masih mengakui UUD ‘45 dan  mempunyai Panca Sila sebagai Falsafah dasar berbangsa ,dengan Penduduk di Dominasi oleh Masyarakat yang punya 5 dasar Syariat beragama, ternyata pesta Demokrasi disiapkan dan diukur dengan berapa rupiah yang akan diterima oleh masyarakat pemegang Hak Pilih, Bahkan ada calon Legislatif ( DPR RI ) yang mengerahkan tim Survey yang disebar untuk mendata apakah kira-kira Namanya dikenal oleh masyarakat calon Pemilih di DAPIL nya. Kemudian menyiapkan sejumlah tim pemenangan yang nantinya akan disebar disekitar TPS (tentunya pada jarak aman ) dengan satu pesan agar memilih no urut tertentu dari partai tertentu dan memberikan uang saku dalam jumlah tertentu , nah kondisi ini kira-kira PANWASLU apa mampu mengawasinya , Akhirnya Wallahu alam.

Dari sisi proses telah bergulir (unen – unen nek ora ono duite ora dipilih)(ungkapan kalau tidak ada uang sakunya tidak dipilih) , wah ini baru seru dan heboh , bisa dibanyangkan berapa Dana yang harus tersedia dan akan lebih heboh kalau dengan penuh kesadaran menerima Uangnya tapi tidak usah Dipilih Orangnya, ya kita pilih dari kalangan kita sendiri yang terpanggil untuk mengabdikan diri dalam menata dan memperbaiki Negeri ini dan yang kita yakini akan mewakili kita di ruang terhormat Gedung DPR.

Ayo kita pikir bareng-bareng bahwa Jabatan Legislatif bukan Jabatan Kepala Desa, jadi tidak ada tanah Bengkok/ tanah Sanggem/ ataupun apa saja yang merupakan Hak dari sang Wakil Rakyat yang ada adalah : Gaji atau Uang Kehormatan  yang kadang pengesahan peng anggaran nya melewati kemampuan anggaran daerahnya sendiri (masih ingat dengan berita Anggaran belanja suatu DPRD jauh lebih besar dari PAD nya).

Add comment 17 Oktober 2009

Kendala Pengembangan Klaster

Kendala secara umun dalam pengembangan klaster pertanian di Jawa Tengah antara lain :

1. Pelaku usaha ( UKM ) :

  • Pemahaman penggunaan pupuk dan pola pemupukan masih kurang.
  • Kemampuan management produksi yang masih sangat rendah menyebabkan kualitas buah dan jaminan pasokan hasil panen ke pasar belum sesuai dengan harapan.
  • belum ada pelatihan secara teratur, terpadu dan menyeluruh.
  • Penanganan hasil produksi pasca panen ( kemasan /pengawetan /pengolahan) masih rendah.
  • Sulit mencari metode pembanding untuk peningkatan kemampuan dan kualitas budidaya.
  • Belum siap memasuki pasar lelang karena jejaring antar pelaku belum berkembang sehingga masih ada perasaan saling mewaspadai antar pelaku karena masih menempatkan sebagai pesaing bukan sebagai mitra yang saling menumbuhkan dan menguatkan sesama pelaku.
  • Kuatnya pengaruh global yangbersifat kapitalistik sangat melemahkan daya saing , karena di antara pelaku muncul persaingan.
  • belum ada kesadaran untuk kerja sama mengembangkan network antar UKM pelaku.

2. Instansi Pembina yang terkait:

  • Banyak program yang masih berorientasi proyek, dengan penguasaan materi yang sangat terbatas.
  • Perlu peninjauan dan pengkajian yang mendalam dan berkesinambungan yang bukan sebagai target proyek untuk memenuhi tuntutan anggaran saja, tetapi harus mampu merumuskan substansi dasar dari permasalahan yang ada pada lini terendah / UKM pelaku.
  • Metode dan program pembinaan yang pernah dilakukan, tidak memberikan penguatan jejaring , akan tetapi yang muncul persaingan lokal yang tidak siap menghadapi pengaruh persaingan global.
  • Perlu lebih selektif dalam memberikan pembinaan penguatan pelaku usaha.
  • Petugas lapangan harus mulai dikembalikan fungsi dan perannya sebagai pendamping dan penyuluh yang handal sehingga benar-benar mampu menyajikan informasi yang akurat dan dapat memberikan pembinaan yang tepat dan tidak terlambat apabila sewaktu-waktu muncul masalah.

3. Pemasaran:

  • Perlu disiapkan program pemasaran yang disesuaikan dengan kemampuan produksi dari tiap lini usaha, dengan penyajian data dan informasi yang akurat,bukan sekedar data fiktif.

  • Penanaman pemahaman pengembangan jejaring uasaha ( net working), secara terus menerus kepada setiap pelaku usaha
  • Perlu alokasi pendanaan pembinaan UKM yang bersifat bantuan subsidi pengembangan UKM dengan mengikuti event pameran-pameran dagang.
  • Perlu peningkatan program pelatihan pemasaran dan penetrasi pasar.

4. BDS Pendamping di Tingkat Kabupaten:

  • Kemampuan BDS Pendamping terbatas karena pendampingan oleh BDS yang umumnya masih bersifat sosial.
  • Perlu pelatihan & penguatan BDS Pendamping , agar mampu menjadi motor ujung tombak UKM /Klaster dalam menembus pasar.
  • Keengganan UKM menginvestasikan dana dalam bentuk pembiayaan jasa konsultasi, promosi, yang telah dikerjakan oleh BDS

Add comment 10 Mei 2008


Tulisan Terakhir

Arsip

Kategori

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

RSS Berita Sains & Teknologi

RSS Berita terkini

RSS Lingkungan Hidup

RSS Bisnis Hari Ini

RSS Mas Subejo menulis….

RSS IPB Bogor

Desa Mandiri Mlatiharjo

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (17)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (16)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (15)

Desa Mandiri Mlatiharjo Demak (14)

More Photos

Feed

Blogroll